EKONOMI & BISNISHEADLINEPEMKOT PALANGKA RAYA

Pesantren Hidayatullah Jadi Pilot Project Literasi Keuangan Syariah

267
×

Pesantren Hidayatullah Jadi Pilot Project Literasi Keuangan Syariah

Sebarkan artikel ini
FOTO Ist.: Asisten Direktur Senior OJK Kalteng Andrianto Suhada bersama Ketua Ponpes Hidayatullah Palangka Raya Usamah dalam kegiatan EPIKS.

PALANGKARAYA – Pondok Pesantren Hidayatullah Palangka Raya menjadi tuan rumah kegiatan Inkubasi Ekosistem Pesantren Inklusif Keuangan Syariah (EPIKS) yang digagas Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalteng bersama MES Kalteng dan BSI Palangka Raya, Selasa (23/9/2025).

Program ini mengusung tema Membangun Kemandirian Pesantren dengan melibatkan para santri sebagai peserta utama.

Ketua Ponpes Hidayatullah Palangka Raya, Usamah, mengapresiasi kegiatan tersebut karena memberi bekal penting bagi santri untuk memahami literasi keuangan syariah.

Baca Juga  Gebyar Ramadhan Berkah Jilid 5 Jadi Ajang Pembinaan Generasi Muda, Gubernur Ajak Perkuat Nilai Huma Betang

“Melalui pemahaman ini, kami berharap pesantren dapat semakin mandiri dan mampu mengembangkan potensi ekonomi berbasis nilai-nilai syariah,” terangnya.

Sementara itu, Asisten Direktur Senior OJK Kalteng, Andrianto Suhada, menjelaskan EPIKS merupakan langkah strategis dalam mengintegrasikan nilai syariah dengan pengelolaan keuangan modern.

Baca Juga  Perkuat Akses Modal dan Sistem Terintegrasi, DPRD Optimistis Peternakan Kalteng Kian Kompetitif

“Pesantren berperan besar dalam membentuk generasi yang tidak hanya berilmu, tetapi juga mandiri secara ekonomi,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, OJK Kalteng menyampaikan materi tentang literasi keuangan syariah serta penjelasan program EPIKS.

Selain itu, sejumlah narasumber turut memaparkan potensi ekonomi syariah di daerah serta layanan perbankan syariah yang dapat dimanfaatkan pesantren.

Baca Juga  Kasus Tanah 23 Tahun Lalu Berujung Penyidikan, Alfried Bahen Minta Penanganan Objektif

Sesi diskusi interaktif diikuti antusias oleh para santri yang menanyakan peluang usaha hingga strategi pengelolaan dana syariah.

“EPIKS diharapkan mampu memperkuat kemandirian pesantren sekaligus menjadi model pengembangan ekonomi syariah berbasis pendidikan,” tandas Andrianto. (Red/Adv)