HEADLINEPEMKAB BARITO SELATAN

Komitmen Bupati Barsel Dukung Tumbang Anoi Pusat Peradaban

118
×

Komitmen Bupati Barsel Dukung Tumbang Anoi Pusat Peradaban

Sebarkan artikel ini
FOTO Ist.: Bupati Barito Selatan Eddy Raya Samsuri saat menghadiri Seminar Internasional di Palangka Raya.

BUNTOK – Dalam momentum peringatan International Day of the World’s Indigenous Peoples 2025, Bupati Barito Selatan Eddy Raya Samsuri menunjukkan komitmennya dengan menghadiri seminar internasional di Kalawa Waterpark, Palangka Raya, Jumat (22/8/2025).

Kegiatan bergengsi itu dibuka langsung Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran serta dihadiri Wakil Gubernur Edy Pratowo, Forkopimda, dan para kepala daerah se-Kalimantan Tengah.

Baca Juga  BAPPERIDA Kalteng Perkuat Kolaborasi Daerah Lewat Sosialisasi Ranwal RKPD 2027

Tidak hanya dari lingkup nasional, acara ini juga dihadiri perwakilan negara tetangga Asia Tenggara sebagai bentuk solidaritas regional dalam pelestarian budaya adat.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Eddy Raya bersama kepala daerah lainnya menandatangani komitmen bersama mendukung Tumbang Anoi sebagai Pusat Peradaban Budaya Dayak Internasional.

“Ini adalah langkah besar untuk mengangkat peradaban dan nilai-nilai luhur budaya Dayak ke tingkat global. Saya sangat mengapresiasi inisiatif ini dan siap memberikan dukungan penuh demi pelestarian budaya kita,” ujar Eddy, Jumat (22/8/2025).

Baca Juga  Transisi Berakhir, OJK Kendalikan Regulasi Aset Kripto Indonesia

Ia menyebut, seminar internasional ini menjadi wadah penting dalam memperkuat eksistensi masyarakat adat dan memperluas pengakuan dunia terhadap budaya Dayak.

Dengan demikian, warisan leluhur yang sarat nilai luhur dapat terus dilestarikan dan diwariskan bagi generasi berikutnya.

Baca Juga  Tolak Pilkada Lewat DPRD, Bambang Irawan Ingatkan Pentingnya Menjaga Hak Pilih Rakyat

Kolaborasi antarnegara juga diharapkan mampu memperkuat daya saing budaya Dayak di pentas internasional.

Seminar ini sekaligus menjadi momentum strategis untuk meneguhkan identitas masyarakat adat di tengah arus globalisasi.

“Budaya adalah identitas sekaligus kekayaan yang harus kita jaga bersama,” pungkas Eddy. (Red/Via)