MUARA TEWEH – Percepatan pembangunan Jembatan penghubung Lemo–Lemo Seberang di Desa Lemo II, Kecamatan Teweh Tengah, mendapat perhatian serius dari DPRD Kabupaten Barito Utara. Proyek strategis tersebut dinilai memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Anggota DPRD Barito Utara, Bina Husada, menegaskan bahwa pembangunan jembatan tersebut harus diselesaikan tepat waktu dengan tetap mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaannya.
“Percepatan pembangunan Jembatan Lemo–Lemo Seberang menjadi perhatian kami di DPRD. Proyek ini harus berjalan sesuai target waktu, sekaligus dilaksanakan secara transparan dan akuntabel agar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” ujarnya, baru-baru ini.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul peninjauan lapangan yang dilakukan Kepala Dinas PUPR Barito Utara, M. Iman Topik, bersama jajaran terkait. Kunjungan itu menjadi bagian dari upaya memastikan progres pembangunan berjalan sesuai rencana.
Menurut Bina Husada, keberadaan jembatan tersebut merupakan kebutuhan mendesak masyarakat. Infrastruktur itu tidak hanya berfungsi sebagai penghubung wilayah, tetapi juga menjadi urat nadi aktivitas ekonomi, pendidikan, serta pelayanan kesehatan warga.
“Kami di DPRD mendukung penuh percepatan pembangunan Jembatan Lemo–Lemo Seberang. Infrastruktur ini sangat vital karena menjadi penghubung utama aktivitas masyarakat, baik untuk kepentingan ekonomi, pendidikan, maupun pelayanan kesehatan,” tegasnya.
Ia menambahkan, proyek yang masuk dalam prioritas GASPOL 11–12 tersebut harus dikawal secara menyeluruh. Pengawasan tidak hanya difokuskan pada aspek teknis pembangunan, tetapi juga mencakup penyelesaian persoalan sosial, terutama terkait ganti rugi lahan warga terdampak.
“Proses musyawarah dan negosiasi dengan masyarakat harus mengedepankan prinsip keadilan dan keterbukaan. Jangan sampai ada pihak yang dirugikan. Pembangunan harus berjalan, tetapi hak-hak warga juga wajib diperhatikan,” jelasnya.
Selain itu, Bina Husada juga menyoroti pentingnya menjaga kualitas konstruksi jembatan. Ia mengingatkan agar pembangunan tidak hanya mengejar target waktu, tetapi juga memastikan hasil yang kokoh dan berkelanjutan.
“Selain tepat waktu, kualitas pekerjaan harus menjadi prioritas. Kita ingin jembatan ini bisa dimanfaatkan dalam jangka panjang dan benar-benar mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat,” tambahnya.
Lebih lanjut, DPRD akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap proyek tersebut agar pelaksanaannya tetap sesuai dengan perencanaan serta anggaran yang telah ditetapkan. Pengawasan ini dinilai penting guna mencegah potensi penyimpangan sekaligus menjamin kualitas hasil pembangunan.
Dengan adanya sinergi antara pihak eksekutif dan legislatif, pembangunan Jembatan Lemo–Lemo Seberang diharapkan dapat segera rampung. Kehadiran jembatan ini diyakini akan meningkatkan konektivitas antarwilayah serta memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Barito Utara. (Red/Adv)









