HEADLINEPEMKOT PALANGKA RAYA

Disdik Palangka Raya Gandeng Densus 88 Bentengi Pelajar dari Radikalisme

147
×

Disdik Palangka Raya Gandeng Densus 88 Bentengi Pelajar dari Radikalisme

Sebarkan artikel ini
FOTO Ist.: Kepala Disdik Palangka Raya, Jayani, memberikan paparan dalam kegiatan kebhinekaan

PALANGKARAYA – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palangka Raya bekerja sama dengan Densus 88 Anti Teror menyelenggarakan kegiatan Pendidikan Karakter Kebhinekaan bertema “Merajut Kebhinekaan, Menumbuhkan Persatuan”, baru-baru ini.

Kegiatan ini diikuti oleh guru dan siswa SMP se-Kota Palangka Raya, dengan tujuan memperkuat semangat toleransi serta mencegah tumbuhnya paham intoleran di lingkungan sekolah.

Kepala Disdik Kota Palangka Raya, Jayani, menyampaikan bahwa pendidikan memiliki peran vital dalam menjaga kebhinekaan bangsa.

Baca Juga  Gebyar Ramadhan Berkah Jilid 5 Jadi Ajang Pembinaan Generasi Muda, Gubernur Ajak Perkuat Nilai Huma Betang

“Kebhinekaan adalah kekuatan bangsa, dan pendidikan adalah pintu terdepan untuk menjaganya,” ujar Jayani.

Ia menuturkan, melalui kegiatan ini, para pelajar diberikan wawasan mengenai bahaya radikalisme dan pentingnya saling menghormati perbedaan sebagai dasar membangun persatuan nasional.

Densus 88 menyampaikan materi dengan pendekatan yang menarik, memadukan video edukatif, presentasi, dan dialog interaktif untuk menanamkan nilai-nilai toleransi sejak dini.

Baca Juga  Legislator Nilai Pemangkasan APBD 2026 Berisiko Perlambat Pemerataan Pembangunan di Kalteng

Selain itu, peserta diajak mengikuti aktivitas outbound dan team building guna memperkuat kemampuan bekerja sama, berempati, dan berkomunikasi lintas kelompok.

Kegiatan tersebut diakhiri dengan sesi refleksi di mana para peserta menuliskan pesan tentang kebhinekaan pada Pohon Harapan, sebagai simbol tekad menjaga perdamaian dan persaudaraan.

Baca Juga  RKPD 2027 Kalteng Difokuskan pada Pertumbuhan Berkualitas dan Penguatan Tata Kelola

Disdik Palangka Raya berkomitmen untuk terus melanjutkan program penguatan karakter kebangsaan di lingkungan sekolah.

“Kegiatan ini diharapkan menjadi model pembinaan karakter siswa tingkat SMP yang berkelanjutan dan berakar pada nilai-nilai persatuan,” tandas Jayani. (Red/Adv)