HEADLINEPEMKOT PALANGKA RAYA

FGD Jadi Ajang Bahas Strategi Transformasi Ekonomi Palangka Raya

137
×

FGD Jadi Ajang Bahas Strategi Transformasi Ekonomi Palangka Raya

Sebarkan artikel ini

PALANGKARAYA – Optimalisasi potensi ekonomi lokal menjadi kunci keberhasilan pembangunan daerah. Melalui produk unggulan yang berdaya saing, kesejahteraan masyarakat dapat meningkat secara signifikan.

Hal itu diungkapkan Pj Sekretaris Daerah Kota Palangka Raya, Arbert Tombak, saat membuka Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Penentuan Tema Potensi Daerah, Satu Wilayah Satu Prioritas Produk Unggulan di Aula Swiss-Belhotel Palangka Raya, Kamis (06/11/2025) kemarin.

Menurutnya, langkah memperkuat produk unggulan sesuai karakter wilayah dan kebutuhan pasar merupakan strategi penting dalam mendorong ekonomi lokal agar lebih tangguh dan mandiri.

Baca Juga  Legislator Nilai Pemangkasan APBD 2026 Berisiko Perlambat Pemerataan Pembangunan di Kalteng

Namun, Arbert mengingatkan masih banyak tantangan yang perlu dipecahkan bersama antar lembaga dan masyarakat.

“Hambatan yang sering kita temui antara lain kurangnya data yang terintegrasi, minimnya sinergi antar lembaga, serta rendahnya pemahaman masyarakat dan pelaku usaha terhadap potensi lokal. Di sisi lain, keterbatasan infrastruktur dan teknologi juga membatasi pengolahan serta pemasaran produk unggulan daerah,” ujarnya.

Baca Juga  DPRD Kalteng Minta Pemerintah Pusat Audit Komprehensif Operasional PT ABB

Ia menambahkan, dalam RPJMD Kota Palangka Raya 2025–2029, salah satu fokus pembangunan adalah transformasi ekonomi dengan menitikberatkan pada pengembangan pusat-pusat industri.

Program tersebut diarahkan pada hilirisasi komoditas unggulan daerah yang berbasis teknologi tinggi dan berkelanjutan.

“Hilirisasi komoditas unggulan ini diharapkan dapat menciptakan nilai tambah yang tinggi bagi masyarakat serta memperluas lapangan kerja baru di berbagai sektor,” jelas Arbert.

Baca Juga  RKPD 2027 Kalteng Difokuskan pada Pertumbuhan Berkualitas dan Penguatan Tata Kelola

Menurutnya, produk unggulan daerah bukan sekadar simbol, tetapi pendorong nyata dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan lintas skala.

“Langkah konkret yang perlu dilakukan adalah memperkuat riset dan inovasi, meningkatkan kapasitas pelaku usaha, serta memperluas akses terhadap teknologi dan pasar,” tandas Arbert. (Red/Adv)