HEADLINEPEMKAB BARITO SELATAN

Eddy Raya Tegaskan Edukasi Petani Jadi Kunci Cegah Karhutla

161
×

Eddy Raya Tegaskan Edukasi Petani Jadi Kunci Cegah Karhutla

Sebarkan artikel ini
FOTO Ist.: Bupati Barito Selatan Eddy Raya Samsuri saat menghadiri Rakor Evaluasi Penanganan Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng.

BUNTOK – Bupati Barito Selatan (Barsel) Eddy Raya Samsuri menekankan pentingnya edukasi dan partisipasi masyarakat dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayahnya.

“Kami terus berupaya mengedukasi masyarakat agar beralih ke cara bercocok tanam yang lebih ramah lingkungan,” katanya, belum lama ini.

Hal itu ia sampaikan dalam Rakor Evaluasi Penanganan Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2025 yang dipimpin Plt Sekda Kalteng Leonard S. Ampung dan dihadiri para kepala daerah.

Baca Juga  28 Mahasiswa FISIP UPR Berprestasi Launching Buku Inspiratif 

Menurut Eddy Raya, setidaknya ada 30 desa di Barsel yang masih tergolong rawan karhutla akibat praktik pembukaan lahan secara tradisional.

Pemerintah daerah pun aktif memberikan penyuluhan dan sosialisasi mengenai metode pertanian berkelanjutan tanpa bakar.

Baca Juga  Gebyar Ramadhan Berkah Jilid 5 Jadi Ajang Pembinaan Generasi Muda, Gubernur Ajak Perkuat Nilai Huma Betang

Ia mengapresiasi BPBD dan Dinas Pemadam Kebakaran Kalteng yang telah mengaktifkan Poslap Masyarakat Peduli Api (MPA) di enam titik wilayah Barsel.

“Inisiatif ini membantu warga lebih siap menghadapi musim kemarau dan memperkuat koordinasi antarsektor,” jelasnya.

Data BPBD Barsel mencatat, sepanjang tahun 2025 telah terjadi 23 peristiwa karhutla dengan total luasan 42,55 hektare, serta 79 titik panas terdeteksi satelit BRIN.

Baca Juga  Perkuat Akses Modal dan Sistem Terintegrasi, DPRD Optimistis Peternakan Kalteng Kian Kompetitif

Pemkab Barsel juga tengah memperkuat kerja sama lintas instansi, termasuk transfer teknologi pertanian ramah lingkungan kepada kelompok tani.

“Karhutla bisa dicegah jika seluruh elemen masyarakat berkomitmen bersama. Kesadaran kolektif adalah benteng pertama,” demikian tutup Eddy. (Red/Via)