DISKOMINFOSTANDI KABUPATEN KATINGANHEADLINEPEMKAB KATINGAN

Wabup Firdaus Pastikan GPM Diperluas Demi Harga Pangan Stabil

173
×

Wabup Firdaus Pastikan GPM Diperluas Demi Harga Pangan Stabil

Sebarkan artikel ini
FOTO Ist.: Suasana Gerakan Pangan Murah di Kabupaten Katingan

KASONGAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Katingan terus memperkuat komitmen menjaga kestabilan harga bahan pokok melalui perluasan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM).

Wakil Bupati Katingan, Firdaus, mengatakan bahwa kegiatan GPM tidak hanya sekadar menjual bahan pangan murah, tetapi juga menjadi strategi pemerintah dalam menekan inflasi daerah.

“Pemerintah daerah bersama pemerintah pusat akan terus berupaya menjaga agar masyarakat tidak kesulitan memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau,” tutur Firdaus, belum lama ini.

Baca Juga  Gebyar Ramadhan Berkah Jilid 5 Jadi Ajang Pembinaan Generasi Muda, Gubernur Ajak Perkuat Nilai Huma Betang

Ia menyebutkan, kehadiran GPM di tengah masyarakat mampu memberikan dampak langsung terhadap daya beli serta memastikan bahan pokok tetap tersedia dengan harga stabil.

Menurutnya, fluktuasi harga pangan seringkali menjadi beban bagi masyarakat kecil, sehingga program seperti GPM harus terus dilaksanakan secara berkesinambungan.

Baca Juga  Kasus Tanah 23 Tahun Lalu Berujung Penyidikan, Alfried Bahen Minta Penanganan Objektif

“Dengan adanya gerakan ini, kami ingin harga pangan tetap terkendali, terutama menjelang perayaan hari besar keagamaan,” ucapnya.

Firdaus juga menambahkan bahwa pelaksanaan GPM turut melibatkan pelaku usaha lokal, Bulog, dan pihak swasta agar suplai bahan pangan dapat terpenuhi dengan baik.

Ia berharap masyarakat dapat memanfaatkan kegiatan tersebut sebaik mungkin, terutama bagi keluarga berpenghasilan menengah ke bawah.

Baca Juga  28 Mahasiswa FISIP UPR Berprestasi Launching Buku Inspiratif 

“Selain membantu masyarakat, GPM juga mendorong kesadaran pentingnya menjaga keseimbangan antara konsumsi dan produksi pangan,” jelasnya.

“Tujuan akhirnya agar tidak ada warga Katingan yang kesulitan memperoleh bahan pangan dengan harga wajar,” tandas Firdaus. (Red/Adv)