AKADEMIKAHEADLINEPEMKOT PALANGKA RAYA

Pelatihan Guru Fisika Palangka Raya Gunakan Teknologi Mikrokontroler

201
×

Pelatihan Guru Fisika Palangka Raya Gunakan Teknologi Mikrokontroler

Sebarkan artikel ini

PALANGKARAYA – Tim dosen Universitas Palangka Raya (UPR) melaksanakan pelatihan pembuatan alat praktikum fisika berbasis mikrokontroler bagi para guru fisika SMA/MA/SMK di Kota Palangka Raya yang tergabung dalam MGMP Fisika.

Kegiatan ini merupakan implementasi program Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemdiktisaintek, yang dilaksanakan sejak 1 Juni hingga 18 November 2025.

Ketua Tim Pengabdian, Neny Kurniawati, M.Si, menyebut pelatihan ini bertujuan menguatkan kemampuan guru dalam menerapkan teknologi digital untuk mendukung kegiatan praktikum fisika di sekolah.

Baca Juga  DPD RI Datangi OJK Kalteng, Soroti Kemudahan Pembiayaan UMKM

“Guru-guru tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga melakukan praktik langsung merakit alat ukur viskositas dan kalor menggunakan sensor suhu dan infrared,” ungkap Neny, belum lama ini.

Menurutnya, perangkat praktikum yang dikembangkan menggunakan sensor berbasis Internet of Things (IoT) sehingga hasil pengukuran dapat diakses secara real time melalui aplikasi digital.

Baca Juga  Perkuat Pembangunan SDM, Pemprov Kalteng Luncurkan Sejumlah Program Strategis Pendidikan

Pendekatan ini disebut mampu menciptakan pembelajaran yang lebih menarik, praktis, dan sesuai dengan kebutuhan abad ke-21.

Neny menambahkan, keterlibatan aktif para guru dalam pelatihan menjadi modal penting untuk memperkuat inovasi pembelajaran di sekolah masing-masing.

“Harapan kami, guru mampu mengembangkan sendiri alat sederhana yang memperkaya pengalaman belajar siswa,” jelasnya.

Baca Juga  Kasus Tanah 23 Tahun Lalu Berujung Penyidikan, Alfried Bahen Minta Penanganan Objektif

Ketua MGMP Fisika Kota Palangka Raya, I Wayan Muliana, S.Pd, juga mengungkapkan manfaat nyata dari kegiatan ini bagi peningkatan kualitas pembelajaran fisika di sekolah.

“Dengan alat praktikum mikrokontroler, siswa lebih mudah memahami konsep fisika karena bisa melihat langsung hasil pengamatan,” tandas Wayan. (Red/Adv)