AKADEMIKAHEADLINE

UPR Satu-Satunya Kampus Kalimantan Laksanakan KKN Literasi

301
×

UPR Satu-Satunya Kampus Kalimantan Laksanakan KKN Literasi

Sebarkan artikel ini

PALANGKARAYA – Universitas Palangka Raya (UPR) mendapat kehormatan sebagai satu-satunya perguruan tinggi di Kalimantan yang dipercaya menjalankan program KKN Tematik Literasi Desa Tahun 2025. Program ini merupakan kerja sama antara Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) dan Kemendiktisaintek.

Kepala Perpusnas RI, Prof. E. Aminudin Aziz, M.A., Ph.D bersama Kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan Sekolah/Madrasah dan Perguruan Tinggi, Dr. Taufiq A. Gani, S.Kom., M.Eng.Sc, hadir langsung meninjau pelaksanaan program tersebut di Kalimantan Tengah.

Baca Juga  DPD RI Datangi OJK Kalteng, Soroti Kemudahan Pembiayaan UMKM

Beberapa lokasi yang dikunjungi meliputi Rumah Baca Ransel Buku di Petuk Katimpun, Perpustakaan Pager Rakumpit, serta Perpustakaan Desa Tuwung, Pulang Pisau. Seluruh titik kunjungan tersebut menjadi tempat pelaksanaan KKN Tematik Literasi mahasiswa UPR.

Rektor UPR, Prof. Dr. Ir. Salampak, M.S, menyambut baik program ini sebagai bentuk kontribusi nyata kampus terhadap penguatan budaya literasi di masyarakat pedesaan.

Baca Juga  Wagub Kalteng Edy Pratowo Hadiri Peresmian Gedung MERC Fakultas Kedokteran UPR

“tentunya ini merupakan suatu kebanggaan dan juga kepercayaan yang harus dilaksanakan dengan baik dan semaksimal mungkin,” jelas Prof. Salampak, Jumat (01/08/2025).

Salampak menegaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan program ini tak lepas dari keterlibatan aktif mahasiswa dan dosen pembimbing lapangan.

Melalui kegiatan literasi desa ini, UPR berharap terjadi peningkatan kemampuan membaca, menulis, serta berpikir kritis masyarakat desa, khususnya anak-anak dan remaja.

Kunjungan kerja Prof. Aminudin juga mencakup peninjauan UPA Perpustakaan Universitas Palangka Raya serta peresmian fasilitas baru berupa Ruang Bimbingan Pemustaka.

Baca Juga  Disdik Sampaikan Program Pendidikan Prioritas Kalteng Saat Bukber

Dr. Kusnida Indrajaya, M.Si, selaku Kepala UPA Perpustakaan UPR menyatakan bahwa ruangan ini menjadi wadah pembinaan literasi yang lebih efektif bagi para pemustaka.

“khususnya dalam membentuk karakter pemustaka yang unggul dan berdaya saing,” tandas Kusnida. (Red/Adv)