AKADEMIKAHEADLINEPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Program 10.000 Kuliah Gratis Kalteng Didukung 32 Kampus

214
×

Program 10.000 Kuliah Gratis Kalteng Didukung 32 Kampus

Sebarkan artikel ini

PALANGKA RAYA – Komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui program 10.000 Kuliah Gratis terus mendapat sambutan positif, terutama dari dunia pendidikan tinggi. Hingga kini, sebanyak 32 perguruan tinggi di wilayah Kalteng tercatat ikut serta dalam program unggulan yang digagas oleh Gubernur Kalteng, H. Agustiar Sabran.

Awalnya, program kuliah gratis ini hanya berjalan di Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR). Namun dalam perjalanannya, semakin banyak perguruan tinggi lain yang turut bergabung untuk mendukung visi besar pemerintah daerah.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, menjelaskan bahwa keberhasilan program ini memerlukan sinergi kuat dari berbagai pihak agar berjalan optimal dan berkelanjutan.

Baca Juga  Wagub Kalteng Edy Pratowo Hadiri Peresmian Gedung MERC Fakultas Kedokteran UPR

“Ada Program 10.000 Kuliah Gratis, awalnya hanya di Universitas Muhammadiyah Palangka Raya, kemudian diikuti oleh perguruan tinggi lainnya, dengan total 32 perguruan tinggi se-Kalteng mendukung program Bapak Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran di bidang peningkatan kualitas sumber daya manusia. Keinginan Bapak Gubernur adalah untuk menciptakan program 1 Keluarga 1 Sarjana dan ini perlu sinergi bersama,” ujar Reza Prabowo, Sabtu (5/7/2025).

Ia menekankan bahwa tujuan utama program ini adalah mewujudkan program Satu Keluarga Satu Sarjana, yang diharapkan dapat mengangkat kesejahteraan masyarakat melalui pendidikan tinggi.

Baca Juga  Bangun Ekosistem Inovasi Berkelanjutan, Pemprov Kalteng Dorong Optimalisasi Sentra KI

Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Wamendiktisaintek RI), Fauzan, yang turut hadir dalam kegiatan di Kampus 2 UMPR, menyampaikan apresiasi terhadap langkah progresif yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Kalteng.

Menurut Fauzan, inisiatif daerah ini sejalan dengan kebijakan nasional yang menekankan transformasi perguruan tinggi agar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat luas.

“Pak Menteri membuat suatu kebijakan yang disebut dengan Diktisaintek Berdampak, artinya mendorong kampus-kampus ini mencoba untuk mengeksplorasi potensi yang ada pada dirinya dan itu digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat,” jelas Fauzan.

Baca Juga  Disdik Sampaikan Program Pendidikan Prioritas Kalteng Saat Bukber

Ia menambahkan, arah kebijakan pendidikan tinggi kini diarahkan untuk menciptakan berbagai program yang benar-benar berdampak, baik melalui beasiswa, penelitian, maupun pengabdian masyarakat yang memberi manfaat nyata bagi lingkungan sekitar.

“Harapan kami, setiap kebijakan pendidikan tinggi mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat, sehingga keberadaan kampus di mana pun berada benar-benar dirasakan manfaatnya,” tandas Fauzan. (Red/Adv)