HEADLINEPEMKOT PALANGKA RAYA

Ketahanan Pangan Berbasis Desa Solusi Masa Depan Bangsa

367
×

Ketahanan Pangan Berbasis Desa Solusi Masa Depan Bangsa

Sebarkan artikel ini

PALANGKARAYA – Peringatan Milad ke-108 Aisyiyah dan Milad ke-57 TK Aisyiyah Palangka Raya menjadi momentum penting untuk menegaskan kembali peran perempuan dalam pembangunan ketahanan pangan nasional melalui penguatan komunitas desa.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Palangka Raya, Hanafiah Novie, menyatakan bahwa Aisyiyah melalui konsep Desa Qaryah Thayibah menawarkan pendekatan menyeluruh terhadap pembangunan yang mengintegrasikan nilai spiritual, sosial, dan ekologi.

“Melalui pendekatan berbasis komunitas, konsep Desa Qaryah Thayibah yang memiliki arti desa yang baik dan subur, menjadi langkah dan tawaran yang visioner sekaligus konkret untuk pembangunan saat ini,” kata Hanafiah, Minggu (01/06/2025) kemarin.

Baca Juga  Legislator Nilai Pemangkasan APBD 2026 Berisiko Perlambat Pemerataan Pembangunan di Kalteng

Ia menjelaskan bahwa ketahanan pangan tidak cukup hanya dengan menyediakan stok pangan, namun harus pula menjamin keberlanjutan, distribusi adil, serta kemandirian petani lokal sebagai pelaku utama produksi.

Menurut Hanafiah, ketergantungan terhadap impor bahan pangan merupakan ancaman bagi stabilitas ekonomi nasional. Karena itu, desa harus diberdayakan sebagai pusat produksi pangan yang berdaulat dan berdaya saing.

Baca Juga  BPS Kalteng Umumkan NTP Februari 2026 Naik 1,23 Persen

Dalam forum tersebut, Hanafiah juga mendorong agar semangat gerakan perempuan seperti Aisyiyah terus mengakar kuat di masyarakat, menjadi penggerak pembangunan berbasis nilai Islam dan kemanusiaan.

Ia menyampaikan bahwa kontribusi Aisyiyah tidak hanya dalam urusan domestik tetapi juga dalam agenda-agenda pembangunan nasional yang lebih luas dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Baca Juga  28 Mahasiswa FISIP UPR Berprestasi Launching Buku Inspiratif 

“Pangan merupakan hak dasar setiap warga negara. Oleh karena itu, pembangunan ketahanan pangan nasional harus bertumpu pada kekuatan lokal salah satunya adalah melalui penguatan desa-desa Qaryah Thayibah,” tuturnya.

Ia menekankan agar perempuan-perempuan Aisyiyah di Kalimantan Tengah tetap menjadi pelita perubahan yang mencerdaskan dan memajukan kehidupan umat, tandas Hanafiah. (Red/Adv)