HEADLINEPARIWISATAPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Di Balik Permainan Besei Kambe, Tersimpan Kisah Warisan dan Harapan

528
×

Di Balik Permainan Besei Kambe, Tersimpan Kisah Warisan dan Harapan

Sebarkan artikel ini
FOTO Ist.: Suasana lomba Besei Kambe di tepian Sungai Kahayan, Palangka Raya.

PALANGKARAYA – Di tengah gemuruh festival budaya, Besei Kambe menyimpan cerita lebih dari sekadar olahraga. Di bawah Jembatan Kahayan, setiap dayung yang beradu dan tarikan perahu menjadi simbol perjuangan menjaga tradisi leluhur yang semakin langka.

Selasa (20/5/2025), 11 kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah bertarung dengan penuh semangat. Dua orang dalam satu perahu, saling mendayung berlawanan arah, menguji kekuatan fisik dan mental, sekaligus menghidupkan budaya Dayak di tepian Sungai Kahayan.

Baca Juga  Transisi Berakhir, OJK Kendalikan Regulasi Aset Kripto Indonesia

Agung Catur Prabowo, Plt Sekretaris Disbudpar Kalteng, menegaskan lomba ini menjadi pengganti parade perahu hias yang ditiadakan tahun ini. “Besei Kambe adalah atraksi tradisional yang memperkaya FBIM dan daya tarik wisata,” ujarnya.

R. Jimmy Gara menuturkan bagaimana perlombaan ini menjadi ruang belajar bagi pelajar untuk memahami keunikan budaya lokal. “Kami ingin tradisi ini lestari, dan suatu hari bisa dikenal lebih luas,” katanya penuh semangat.

Baca Juga  DPRD Kalteng Minta Perizinan Usaha Diperketat untuk Menekan Risiko Banjir

Muhammad Fadli dari Kapuas berbagi harapannya, “Kami ingin yang muda-muda meneruskan tradisi ini. Ini bukan hanya permainan, tapi identitas kami yang harus dipertahankan.”

Baca Juga  Tolak Pilkada Lewat DPRD, Bambang Irawan Ingatkan Pentingnya Menjaga Hak Pilih Rakyat

Lomba Besei Kambe bukan sekadar adu fisik, tapi juga ikatan emosional yang mengalir bersama arus sungai. Kemenangan bagi mereka adalah kebanggaan menghidupkan tradisi.

Juara putra diraih Katingan, juara putri dimenangkan Palangka Raya. Sementara Lamandau dan Kotawaringin Barat juga berprestasi di podium. (Red/Adv)