HEADLINEPEMKOT PALANGKA RAYA

Kebijakan Diskon Listrik Tekan Harga Barang dan Jasa di Kalteng

199
×

Kebijakan Diskon Listrik Tekan Harga Barang dan Jasa di Kalteng

Sebarkan artikel ini
FOTO Ist.: Kepala Badan Pusat Statistik Kalimantan Tengah Agnes Widiastuti.

PALANGKARAYA – Penurunan tarif listrik sejak Januari 2025 memberikan dampak langsung terhadap stabilitas harga barang dan jasa di Kalimantan Tengah. Kebijakan ini dinilai Badan Pusat Statistik sebagai penyebab utama deflasi di wilayah tersebut.

“Kami mencatat kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga mengalami penurunan indeks sebesar 11,23 persen selama Januari 2025,” kata Kepala BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, dalam rilis inflasi, baru-baru ini.

Baca Juga  DPRD Kalteng Minta Pemerintah Pusat Audit Komprehensif Operasional PT ABB

Menurut Agnes, deflasi juga terjadi pada sektor transportasi sebesar 0,31 persen, serta kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,06 persen.

“Tarif listrik menjadi komoditas dengan andil terbesar dalam deflasi bulan Januari, yakni sebesar 1,52 persen,” ujarnya.

Selain listrik, bahan pangan seperti bawang merah, ikan nila, dan tomat juga ikut berkontribusi terhadap deflasi. Meski kontribusinya kecil, efek kumulatifnya cukup membantu menekan inflasi bulanan.

Baca Juga  Disdik Sampaikan Program Pendidikan Prioritas Kalteng Saat Bukber

Namun, secara year-on-year, Kalimantan Tengah masih mencatat inflasi sebesar 0,28 persen. Ini disebabkan lonjakan harga pada kelompok makanan dan minuman, serta pakaian dan perlengkapan rumah tangga.

BPS juga mencatat tiga kota mengalami deflasi bulanan yakni Palangka Raya, Sampit, dan Sukamara, masing-masing sebesar 0,89 persen, 0,74 persen, dan 0,67 persen. Sebaliknya, Kapuas mengalami inflasi 0,11 persen.

Baca Juga  Perkuat Pembangunan SDM, Pemprov Kalteng Luncurkan Sejumlah Program Strategis Pendidikan

“Jadi, kebijakan diskon tarif listrik ini menjadi faktor utama dalam menekan harga barang dan jasa, yang berdampak pada berkurangnya tekanan inflasi di wilayah Kalteng,” tandas Agnes. (Red/Adv)