AKADEMIKAHEADLINE

Ekoprint Jadi Jembatan Ekonomi Kreatif dan Edukasi Wisata

234
×

Ekoprint Jadi Jembatan Ekonomi Kreatif dan Edukasi Wisata

Sebarkan artikel ini

PALANGKARAYA – Sebagai bagian dari program pengabdian kepada masyarakat, Prodi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya (UPR) melaksanakan pelatihan ekoprint untuk Kelompok Sadar Wisata Batuah Nyaru Menteng guna mengembangkan potensi ekonomi kreatif berbasis lokal.

Kegiatan ini mengintegrasikan unsur pendidikan, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi dengan melibatkan mahasiswa dan dosen UPR secara langsung dalam sesi pelatihan yang berlangsung di kawasan Hutan Kota Berkah.

Baca Juga  BPJS Kesehatan Pastikan Layanan JKN Tetap Optimal Saat Mudik Lebaran

Dr. Betrixia Barbara menyatakan bahwa pelatihan ini bertujuan mendorong masyarakat memproduksi karya yang memiliki nilai jual sekaligus ramah lingkungan, memperkuat sektor wisata edukatif di Palangka Raya. “Kami ingin mengubah potensi alam menjadi kekuatan ekonomi baru bagi warga sekitar,” ucapnya belum lama ini.

Tahapan pelatihan diawali dengan observasi dan diskusi bersama Pokdarwis guna mengenali jenis tumbuhan lokal yang berpotensi menjadi bahan dasar pewarna alami untuk teknik ekoprint.

Baca Juga  Agustiar Sabran Sosialisasikan Kartu Huma Betang Sejahtera, Perkuat Program Bantuan untuk Masyarakat Kalteng

Peserta dibimbing mengenali teknik mencetak motif daun pada kain secara alami, memahami proses fiksasi warna, dan mengolah produk menjadi barang komersial seperti aksesori dan souvenir wisata.

Ekoprint menjadi menarik karena seluruh proses produksinya ramah lingkungan dan menggunakan bahan lokal yang tersedia melimpah di hutan kota tanpa merusak alam.

Betrixia menyebut bahwa pendekatan komunitas dalam pelatihan ini memungkinkan Pokdarwis menjadi aktor utama dalam menciptakan usaha mikro kreatif yang berkelanjutan.

Baca Juga  OJK Kalteng Bekali Santri Pesantren Katingan Literasi Keuangan Syariah

Ia juga menggarisbawahi bahwa keberadaan Pokdarwis Batuah yang telah dibina UPR secara resmi akan terus diperkuat melalui kolaborasi dan pendampingan lintas sektor.

“Kami ingin masyarakat menjadi subjek dalam pembangunan wisata, bukan hanya penonton,” tandas Betrixia. (Red/Adv)