HEADLINEPEMKOT PALANGKA RAYA

Aplikasi LAPOR! Jadi Alat Aspirasi Generasi Muda

191
×

Aplikasi LAPOR! Jadi Alat Aspirasi Generasi Muda

Sebarkan artikel ini

PALANGKARAYA – Pemerintah Kota Palangka Raya terus memperluas jangkauan informasi publik melalui kegiatan bertajuk “LAPOR Goes To Campus” yang menyasar mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di kota setempat, belum lama ini.

Kegiatan yang berlangsung di 808 Coffee and Eatery tersebut merupakan kolaborasi antara Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo) dengan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID).

Kepala Diskominfo Kota Palangka Raya, Saipullah mengatakan bahwa aplikasi LAPOR! merupakan instrumen penting bagi masyarakat untuk menyampaikan pengaduan dan keluhan terhadap layanan publik secara langsung.

Baca Juga  Evaluasi MBG di Kalteng, BGN Tegaskan Pengawasan Ketat dan Penguatan Sinergi Daerah

“SP4N-LAPOR dirancang untuk menjadi saluran aspirasi warga yang efisien, transparan, dan akuntabel. Tidak ada laporan yang diabaikan,” kata Saipullah.

Ia menilai penting bagi mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat intelektual untuk mengenal dan memahami mekanisme pengaduan yang sah secara hukum.

Baca Juga  OJK BPS Kalimantan Tengah Perkuat Sinergi SNLIK 2026

Dalam kegiatan tersebut, peserta diperkenalkan pada berbagai fitur dalam aplikasi, seperti kategori laporan, proses tindak lanjut, serta mekanisme penyampaian yang benar dan bertanggung jawab.

Diskominfo juga menekankan bahwa PPID hadir untuk memberikan jaminan akses informasi kepada seluruh warga, sehingga keterbukaan dapat menjadi budaya bersama dalam pelayanan publik.

Dengan pendekatan edukatif dan suasana interaktif, kegiatan ini berhasil menarik perhatian mahasiswa dan memicu diskusi tentang peran warga dalam pengawasan pemerintah.

Baca Juga  Transisi Berakhir, OJK Kendalikan Regulasi Aset Kripto Indonesia

Mahasiswa juga didorong untuk menjadi pelopor dalam penggunaan kanal resmi seperti LAPOR! guna menghindari penyebaran informasi yang salah di media sosial.

“Kami ingin mahasiswa bukan hanya mengkritik, tapi juga menjadi bagian dari solusi dalam sistem pemerintahan,” tandas Saipullah. (Red/Adv)