HEADLINEPEMKOT PALANGKA RAYA

Empat Pilar Gizi Seimbang Cegah Risiko Stunting Anak

379
×

Empat Pilar Gizi Seimbang Cegah Risiko Stunting Anak

Sebarkan artikel ini
FOTO Ist.: dr. Arieta R. Kawengian dan Lailatul Muniroh saat mengisi webinar Grand Parenting bersama DPPKBP3APM Kota Palangka Raya.

PALANGKARAYA – Masalah stunting dan malnutrisi masih menjadi tantangan serius di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Kalimantan Tengah. Dalam webinar Grand Parenting yang diselenggarakan DPPKBP3APM Kota Palangka Raya, belum lama ini, para pakar menegaskan pentingnya pemahaman dan penerapan pola makan dengan prinsip gizi seimbang bagi anak usia dini.

Lailatul Muniroh, Lektor Kepala Departemen Gizi Universitas Airlangga, menjelaskan bahwa empat pilar utama gizi seimbang yaitu keberagaman pangan, aktivitas fisik, perilaku hidup bersih, dan pemantauan berat badan memiliki peran strategis dalam mengoptimalkan pertumbuhan balita.

Baca Juga  Perkuat Kompetensi Lulusan, Prodi THP UPR Susun RPS OBE

Ia menambahkan bahwa meski berbagai intervensi telah dilakukan, namun pendekatan berbasis kearifan lokal masih kurang dimaksimalkan. Pangan lokal yang mudah diperoleh seperti ubi, singkong, ikan, dan kacang-kacangan seharusnya bisa menjadi bagian utama dalam pola konsumsi keluarga.

“Pola makan yang tidak hanya sehat tapi juga berakar pada potensi lokal akan jauh lebih mudah diterima masyarakat serta berkelanjutan,” ujar Lailatul.

Sementara itu, Dokter Spesialis Anak, Arieta R. Kawengian, menyebutkan bahwa gizi seimbang tidak hanya berperan dalam pertumbuhan fisik, tetapi juga sangat menentukan perkembangan otak dan kemampuan anak dalam bersosialisasi.

Baca Juga  Pemerintah Perkuat Pendidikan Berkelanjutan Melalui Sinergi Pusat dan Daerah

Ia menyebutkan kebutuhan nutrisi yang tepat mencakup makronutrien dan mikronutrien penting seperti vitamin dan mineral yang mendukung fungsi imun, pembentukan jaringan, serta aktivitas otak.

“Anak yang kurang gizi akan rentan terhadap gangguan perkembangan yang bisa berdampak hingga usia sekolah,” jelas Arieta.

Arieta juga mengingatkan pentingnya konsultasi kesehatan secara berkala untuk memastikan tumbuh kembang anak berjalan sesuai tahapan. Keterlibatan orang tua dalam edukasi gizi sangat penting sebagai langkah preventif.

Baca Juga  Kontingen Palangka Raya Siap Ikuti Tujuh Kategori, Targetkan Raih Emas

“Kolaborasi keluarga dan tenaga kesehatan menjadi pondasi kuat dalam menciptakan generasi sehat dan cerdas,” tandas Arieta. (Red/Adv)

+ posts