HEADLINE

Perempuan Berintegritas Pilar Indonesia Emas, OJK Ajak Perkuat Peran di Sektor Keuangan

150
×

Perempuan Berintegritas Pilar Indonesia Emas, OJK Ajak Perkuat Peran di Sektor Keuangan

Sebarkan artikel ini
FOTO Ist.: Sesi Foto bersama dalam acara peringatan Hari Kartini yang digelar oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bertema “Perempuan Cerdas, Berdaya, dan Berintegritas Menuju Indonesia Emas” di Jakarta.

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyelenggarakan acara hybrid bertema “Perempuan Cerdas, Berdaya, dan Berintegritas Menuju Indonesia Emas” sebagai bagian dari peringatan Hari Kartini tahun ini. Kegiatan ini menunjukkan komitmen OJK dalam mendorong kesetaraan gender dan memperkuat partisipasi perempuan dalam sektor jasa keuangan, Selasa (22/04/2025).

“Kesetaraan gender memiliki korelasi erat dengan integritas suatu bangsa. Ini harus ditanamkan sejak dini,” tegas Ketua Dewan Audit OJK, Sophia Wattimena dalam sambutan pembukanya di hadapan ribuan peserta.

Acara yang berlangsung secara hybrid ini diikuti oleh lebih dari 3.000 peserta daring dan 200 peserta luring dari kalangan internal OJK, pemangku kepentingan, serta anggota Komisi XI DPR RI. Seluruh peserta antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang bertujuan menguatkan posisi perempuan dalam dunia keuangan.

Baca Juga  Wakil Ketua Komisi I DPRD Kalteng Soroti Isu Sekda dari Luar Daerah, Minta Utamakan Putra Daerah

Sophia menggarisbawahi pentingnya peran perempuan dalam mewujudkan sektor keuangan yang bersih dan inklusif. Ia menegaskan bahwa integritas perempuan adalah fondasi utama dalam membangun generasi yang tangguh dan bebas dari korupsi.

“Perempuan Indonesia harus sadar bahwa integritas dimulai dari rumah. Pola asuh yang bijak akan melahirkan generasi tangguh dan jujur,” ujarnya dengan nada optimistis.

Fenomena pinjaman online ilegal serta gaya hidup konsumtif yang dipengaruhi budaya FOMO turut menjadi perhatian OJK. Sophia menilai, perempuan harus dibekali literasi digital dan finansial yang kuat agar tidak terjebak dalam siklus utang yang merugikan.

Langkah konkret juga terus dilakukan OJK melalui penguatan Manajemen Anti Penyuapan (SMAP), kerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), serta optimalisasi sistem pelaporan pelanggaran melalui Whistleblowing System (WBS).

Baca Juga  DPRD Kalteng Minta Perizinan Usaha Diperketat untuk Menekan Risiko Banjir

“Perubahan besar dimulai dari langkah kecil yang berani dan penuh integritas. Habis gelap, terbitlah terang,” beber Sophia mengutip nilai perjuangan Kartini yang relevan hingga kini.

Duta Besar RI untuk Portugal, Susi Marleny Bachsin, serta Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronica Tan, turut memberikan pandangan dalam acara tersebut. “Sekarang, guru anak bukan hanya di sekolah. Etika dan empati harus ditanamkan dari rumah oleh ibu sebagai pendidik pertama,” tandas Veronica. T. (Red/Adv)

Baca Juga  Tahun 2026, Disdik Kalteng Dorong Sekolah Kuasai AI dan Riset Inovatif Berbasis STEM
+ posts