PALANGKA RAYA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah dan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah memperkuat sinergi melalui rapat koordinasi daerah Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2026.
Kegiatan yang dilaksanakan di Kantor BPS Provinsi Kalimantan Tengah ini dihadiri pimpinan OJK dan BPS tingkat provinsi serta kepala BPS kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah.
Rapat koordinasi bertujuan mempersiapkan pelaksanaan SNLIK 2026 secara komprehensif, mulai dari perencanaan hingga kesiapan sumber daya, guna memastikan survei menghasilkan data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.
Kepala BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, menilai SNLIK sebagai instrumen strategis dalam memotret kondisi literasi dan inklusi keuangan masyarakat secara nasional.
“SNLIK merupakan kegiatan strategis yang melibatkan kolaborasi antara OJK, BPS, dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), serta akan dilaksanakan secara serentak di 38 provinsi dan seluruh kabupaten/kota di Indonesia,” ujarnya, Selasa (20/01/2026).
Menurut Agnes, kerja sama yang solid menjadi kunci utama agar hasil survei mampu menggambarkan kondisi literasi dan inklusi keuangan hingga tingkat daerah.
“Melalui sinergi tersebut, diharapkan kualitas data yang dihasilkan semakin akurat dan mampu menyajikan indeks literasi serta inklusi keuangan hingga ke level provinsi, sehingga dapat menjadi dasar evaluasi dan perumusan kebijakan yang lebih tepat sasaran,” tambahnya.
Rapat koordinasi ini menjadi langkah awal untuk memastikan seluruh tahapan SNLIK 2026 berjalan sesuai rencana.
Dengan kolaborasi yang terbangun, OJK dan BPS Kalimantan Tengah optimistis SNLIK 2026 mampu menghasilkan data berkualitas bagi pembangunan sektor keuangan daerah. (Red/Adv)









