PALANGKA RAYA – Kinerja sektor perbankan di Provinsi Kalimantan Tengah menunjukkan tren positif pada awal tahun 2026, dengan peningkatan signifikan pada aset, dana pihak ketiga, dan penyaluran kredit.
Data OJK mencatat, hingga Februari 2026 aset bank umum meningkat sebesar Rp9,47 triliun atau 10,97 persen secara tahunan, dari Rp86,35 triliun menjadi Rp95,83 triliun.
Peningkatan juga terjadi pada dana pihak ketiga (DPK) yang tumbuh Rp2,90 triliun atau 5,99 persen, dari Rp48,43 triliun menjadi Rp51,34 triliun.
Sementara itu, penyaluran kredit mengalami kenaikan Rp4,35 triliun atau 8,68 persen, dari Rp50,18 triliun menjadi Rp54,53 triliun.
Kepala OJK Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz, menyampaikan bahwa pertumbuhan tersebut mencerminkan kondisi sektor perbankan yang tetap sehat dan mampu mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kinerja perbankan yang tumbuh ini menunjukkan bahwa sektor jasa keuangan tetap stabil dan mampu menjadi penggerak ekonomi daerah,” ujarnya, Senin (31/3/2026).
Ia menjelaskan, kredit masih didominasi oleh sektor konsumtif sebesar Rp21,54 triliun atau 39,51 persen dari total kredit, diikuti kredit modal kerja dan investasi.
Selain itu, sektor rumah tangga dan pertanian menjadi pengguna kredit terbesar, yang menunjukkan peran penting sektor tersebut dalam perekonomian daerah.
Meski demikian, tingkat kredit bermasalah (NPL/NPF) mengalami peningkatan menjadi 2,27 persen, sehingga perlu terus diantisipasi melalui pengelolaan risiko yang baik.
Primandanu menegaskan bahwa stabilitas sektor perbankan menjadi faktor kunci dalam menjaga pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Dengan pertumbuhan yang positif ini, diharapkan sektor perbankan mampu terus mendukung pembiayaan berbagai sektor produktif di Kalimantan Tengah.
Ke depan, OJK akan terus memantau perkembangan sektor perbankan guna memastikan stabilitas tetap terjaga dan pertumbuhan ekonomi daerah dapat berjalan optimal. (Red/Adv)









