DPRD BARITO UTARAHEADLINE

Keruhnya Air DAM Trinsing Jadi Sorotan Serius DPRD Barito Utara

153
×

Keruhnya Air DAM Trinsing Jadi Sorotan Serius DPRD Barito Utara

Sebarkan artikel ini
FOTO Ist: Anggota DPRD Barito Utara, didampingi Dinas Lingkungan Hidup dan pihak perusahaan, melakukan peninjauan lapangan terkait laporan warga terhadap pencemaran air di daerah setempat, Selasa (18/11/2025).

MUARA TEWEH – Keruhnya air dan menurunnya kualitas lingkungan di kawasan DAM Trinsing, Kecamatan Teweh Selatan, menjadi perhatian serius DPRD Kabupaten Barito Utara yang langsung melakukan pengecekan lapangan bersama sejumlah instansi terkait, Selasa (18/11/2025). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari masukan warga sekaligus hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) sebelumnya.

Temuan awal di lapangan menunjukkan adanya sedimentasi cukup tebal yang menumpuk di area DAM. Selain itu, pendangkalan saluran irigasi semakin memperburuk kondisi air yang tampak keruh dan berbau. Situasi ini memicu kekhawatiran warga karena perubahan kualitas air berdampak langsung pada berbagai aktivitas sehari-hari.

Dampak pertama yang dirasakan adalah menurunnya aktivitas wisata di DAM Trinsing. Pemandian yang semula ramai dikunjungi kini terlihat sepi. Pelaku UMKM yang biasa berjualan di sekitar lokasi mengaku mengalami penurunan pendapatan karena hilangnya minat wisatawan yang datang.

Baca Juga  Kasus Tanah 23 Tahun Lalu Berujung Penyidikan, Alfried Bahen Minta Penanganan Objektif

Dalam sektor perikanan, air keruh menyebabkan budidaya ikan terganggu. Banyak kolam ikan mengalami penurunan kualitas air sehingga mengakibatkan tingginya angka kematian. Di sektor pertanian, terutama sawah yang bergantung pada saluran irigasi DAM, produktivitas tanaman padi ikut menurun.

PT EBA sebagai perusahaan tambang yang diduga menjadi penyumbang sedimentasi melalui bekas galian tambangnya, mengakui adanya masalah dan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. Perusahaan menyatakan kesiapannya melakukan berbagai langkah pemulihan, termasuk reklamasi dan normalisasi aliran sungai yang terdampak.

Baca Juga  DPD RI Datangi OJK Kalteng, Soroti Kemudahan Pembiayaan UMKM

Kegiatan pengecekan tersebut juga melibatkan Dinas Lingkungan Hidup Barito Utara serta beberapa anggota DPRD. Uji kualitas air dan pemeriksaan pH tanah dilakukan untuk memastikan sejauh mana pencemaran terjadi serta menentukan langkah pemulihan yang paling tepat.

Anggota DPRD Patih Herman AB menegaskan bahwa persoalan yang terjadi bukan hanya persoalan lingkungan semata, tetapi sudah menjadi persoalan ekonomi masyarakat.

“Pariwisata turun, UMKM terpukul, perikanan dan pertanian terganggu. Kami meminta PT EBA menjalankan tanggung jawabnya secara serius. DPRD akan terus mengawal sampai pemulihan benar-benar terlaksana,” katanya, Selasa (18/11/2025).

Baca Juga  Perkuat Pembangunan SDM, Pemprov Kalteng Luncurkan Sejumlah Program Strategis Pendidikan

Ardianto, politisi Demokrat, turut menyampaikan bahwa DAM Trinsing merupakan aset penting bagi daerah dan memiliki fungsi strategis bagi masyarakat. Karena itu, ia berharap langkah pemulihan dapat segera berlangsung dan memberikan dampak nyata.

“Kami berharap normalisasi sungai dan reklamasi bekas tambang segera dilakukan agar masyarakat kembali menikmati air bersih,” ujarnya.

Sementara itu, anggota DPRD Gun Sriwitanto menilai kerusakan lingkungan tersebut sudah memasuki tahap memprihatinkan sehingga perlu tindakan cepat dan terfokus.

“Kerusakan lingkungan di DAM Trinsing sudah mengganggu banyak sektor, sehingga penanganan segera menjadi kebutuhan mendesak,” tandas Gun. (Red/ADV)