DISKOMINFOSTANDI KABUPATEN KATINGANHEADLINEPEMKAB KATINGAN

Sinergi Antarinstansi Perkuat Sistem Rehabilitasi Terpadu

138
×

Sinergi Antarinstansi Perkuat Sistem Rehabilitasi Terpadu

Sebarkan artikel ini

PALANGKARAYA – Kolaborasi antarinstansi terus digalakkan guna mengoptimalkan layanan rehabilitasi bagi penyalahguna narkotika di Kalimantan Tengah. Salah satunya melalui kunjungan Tim Rehabilitasi BNN dan Kesbangpol Provinsi ke RSUD Mas Amsyar Kasongan yang berlangsung pada Rabu (31/07/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari Bimbingan Teknis IPWL dan bertujuan untuk mengintegrasikan program pusat dengan pelaksana teknis daerah.

Baca Juga  OJK Tegaskan SNLIK 2026 Jawab Dinamika Keuangan Digital

Dalam sesi diskusi, berbagai isu strategis dibahas, termasuk pentingnya sinergi antara fasilitas kesehatan, aparat hukum, dan lembaga sosial dalam menangani pasien rehabilitasi.

Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD Mas Amsyar, Nopitawaty, menyebutkan bahwa pelibatan lintas sektor menjadi langkah penting dalam menciptakan layanan rehabilitasi yang menyeluruh.

“Penyalahgunaan narkotika adalah masalah kompleks. Penanganannya harus melibatkan banyak pihak, bukan hanya tenaga medis,” ucap Nopitawaty, Rabu (31/07/2025).

Baca Juga  Tolak Pilkada Lewat DPRD, Bambang Irawan Ingatkan Pentingnya Menjaga Hak Pilih Rakyat

Kegiatan ini juga mempertegas posisi rumah sakit daerah sebagai mitra strategis dalam agenda nasional Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Dengan sinergi lintas sektor, pelaksanaan rehabilitasi dapat dipastikan lebih komprehensif dan tidak bersifat parsial atau reaktif semata.

Baca Juga  BAPPERIDA Kalteng Perkuat Kolaborasi Daerah Lewat Sosialisasi Ranwal RKPD 2027

Pihak BNN Provinsi menegaskan pentingnya menjadikan RSUD sebagai simpul rehabilitasi yang terhubung dengan jaringan layanan sosial lainnya.

Diskusi juga menyoroti perlunya rujukan sistematis serta pelibatan keluarga pasien dalam proses pemulihan.

“Kolaborasi adalah kunci keberhasilan program rehabilitasi yang berkelanjutan,” pungkas Nopitawaty. (Red/Adv)