EKONOMI & BISNISHEADLINE

Stabilitas Keuangan Nasional Terkonfirmasi Melalui Peringkat Kredit S&P

204
×

Stabilitas Keuangan Nasional Terkonfirmasi Melalui Peringkat Kredit S&P

Sebarkan artikel ini
FOTO Ist.: Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar.

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan apresiasi atas penegasan peringkat kredit Indonesia oleh Standard and Poor’s (S&P) Global Ratings pada posisi ‘BBB’ untuk jangka panjang dan ‘A-2’ untuk jangka pendek, dengan outlook stabil.

Penilaian ini dianggap mencerminkan tingkat kepercayaan internasional terhadap kekuatan fiskal, ketahanan perekonomian, dan kesehatan sektor keuangan Indonesia.

Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar menilai, keputusan S&P tersebut sekaligus membuktikan ketahanan ekonomi nasional dan kedalaman sektor keuangan yang terus berkembang.

Baca Juga  Raih UHC Award 2026, Pemprov Kalteng Dinilai Konsisten Tingkatkan Layanan Kesehatan

“Afirmasi peringkat ini adalah bukti bahwa sistem keuangan kita kuat dan kepercayaan investor tetap terjaga. Kami akan terus menjaga stabilitas keuangan, memperluas inklusi, dan memperdalam pasar,” kata Mahendra, Rabu (30/7/2025).

Ia menambahkan, reformasi struktural yang konsisten akan semakin memperkuat arus modal masuk dan mendukung pertumbuhan ekonomi berjangka panjang.

Baca Juga  Pemprov Kalteng dan Bawaslu Perkuat Sinergi Informasi Publik untuk Pengawasan Pemilu

Dalam situasi global yang menantang dan perluasan program sosial, S&P tetap memandang Indonesia mampu mengendalikan defisit fiskal di bawah tiga persen dari PDB untuk jangka menengah.

Strategi pengembangan industri berbasis komoditas dan hilirisasi dinilai menjadi salah satu penopang utama ketahanan eksternal negara.

OJK juga berkomitmen melaksanakan agenda prioritas 2025, mencakup penguatan ekosistem jasa keuangan yang berkelanjutan dan kompetitif.

Baca Juga  Kalteng Targetkan Ekspor Perikanan Tanpa Transit, Dislutkan Gandeng Badan Karantina

Langkah ini termasuk diversifikasi instrumen, penguatan regulasi, dan pengembangan pembiayaan berkelanjutan untuk mendukung pembangunan nasional.

“Kepercayaan pasar adalah modal besar untuk bergerak maju. OJK akan menjaga stabilitas keuangan sekaligus membangun kepercayaan jangka panjang,” tandas Mahendra. (Red/Adv)