DPRD KALIMANTAN TENGAHHEADLINEPEMKOT PALANGKA RAYAPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Kisah Hidup Senator Turki Serkan Bayram Menggugah Penonton

251
×

Kisah Hidup Senator Turki Serkan Bayram Menggugah Penonton

Sebarkan artikel ini
FOTO Ist.: Senator Parlemen Turki, Serkan Bayram, saat menyapa penonton usai pemutaran film Bugday Tanesi di Palangka Raya

PALANGKARAYA – Antusiasme penonton memuncak saat tokoh utama film Bugday Tanesi, Senator Parlemen Turki Serkan Bayram, hadir langsung dalam acara nonton bareng yang digelar di Studio 1- XXI Palma, Palangka Raya, Sabtu malam. Film tersebut memaparkan perjuangan luar biasa seorang penyandang disabilitas dalam meraih mimpi besarnya.

Acara nonton bareng itu juga dihadiri oleh Ketua DPW Partai NasDem Kalimantan Tengah, Faridawaty Darland Atjeh, yang turut memberikan sambutan hangat atas kehadiran Serkan Bayram dan makna film yang ditayangkan. Menurutnya, film ini membawa pesan kuat tentang ketekunan, harapan, dan keadilan sosial.

Baca Juga  BPS dan OJK Kalimantan Tengah Jaga Akurasi Data SNLIK 2026

Film Bugday Tanesi mengisahkan perjalanan hidup Serkan yang kehilangan kedua tangannya akibat kecelakaan saat kecil. Alih-alih menyerah pada keadaan, ia justru berjuang menempuh pendidikan hingga mencapai posisi sebagai senator di parlemen Turki.

FOTO Ist.: Senator Parlemen Turki, Serkan Bayram, saat menyapa penonton usai pemutaran film Bugday Tanesi di Palangka Raya.

Lebih dari sekadar kisah pribadi, film tersebut menyampaikan pesan universal mengenai pentingnya menghapus stigma terhadap penyandang disabilitas dan memberikan ruang serta kepercayaan untuk berkembang. Pesannya sederhana namun kuat: semua orang berhak diberi kesempatan.

“Saya merasa bangga bisa menyaksikan film ini secara langsung bersama tokoh utamanya. Ini bukan hanya soal cerita hidup, tapi tentang menyentuh sisi kemanusiaan yang paling dalam,” kata Faridawaty Darland Atjeh, Sabtu (14/06/2025) malam.

Baca Juga  Transisi Berakhir, OJK Kendalikan Regulasi Aset Kripto Indonesia

Ia mengungkapkan harapannya agar film ini menjadi titik refleksi bagi semua pihak dalam memahami nilai-nilai keberanian dan kesetaraan. Faridawaty menilai bahwa karya seperti Bugday Tanesi layak diapresiasi lebih luas oleh masyarakat Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Serkan Bayram juga menyampaikan terima kasih atas antusiasme warga Kalimantan Tengah. Ia menyatakan bahwa tujuan film ini adalah membuka mata publik terhadap potensi luar biasa yang dimiliki para penyandang disabilitas.

“Saya ingin mereka tahu bahwa keterbatasan bukan akhir segalanya. Yang dibutuhkan hanyalah kepercayaan dan dukungan agar mereka bisa menunjukkan kemampuan terbaik,” ujar Serkan.

Baca Juga  OJK Tegaskan SNLIK 2026 Jawab Dinamika Keuangan Digital

Kehidupan Serkan yang berasal dari keluarga petani sederhana, namun berhasil menembus batas keterbatasan fisik dan sosial, menjadi bukti nyata bahwa keajaiban bisa terjadi melalui ketekunan dan keberanian.

“Film ini adalah suara kami yang ingin didengar oleh dunia: bahwa setiap manusia punya nilai dan hak yang sama untuk dihormati,” tandas Serkan. (Red/Adv)