PALANGKA RAYA – Kunjungan kerja Anggota Komite I DPD RI asal Kalimantan Tengah, Agustin Teras Narang, ke Kantor Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan pentingnya peran OJK dalam menjaga stabilitas dan integritas sektor jasa keuangan di daerah.
Dalam pertemuan tersebut, Teras Narang disambut Kepala OJK Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz, beserta jajaran. Pertemuan ini dimanfaatkan untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi industri jasa keuangan serta tantangan pengawasan di Kalimantan Tengah.
Primandanu memaparkan bahwa OJK Kalimantan Tengah mengawasi berbagai lembaga jasa keuangan, mulai dari perbankan, lembaga pembiayaan, dana pensiun, lembaga penjaminan, hingga Lembaga Keuangan Mikro yang tersebar di seluruh wilayah kabupaten dan kota.
Ia menjelaskan bahwa pengawasan tersebut dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan lembaga jasa keuangan beroperasi sesuai ketentuan, menjaga stabilitas sistem keuangan, serta melindungi kepentingan konsumen.
Selain pengawasan, OJK Kalimantan Tengah juga aktif meningkatkan literasi dan inklusi keuangan melalui berbagai program nasional, seperti Gerakan Nasional Cerdas Keuangan, Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah, program Satu Rekening Satu Pelajar, pengembangan Ekosistem Keuangan Inklusif desa, dan layanan keuangan melalui agen Laku Pandai.
Primandanu juga menekankan peran OJK dalam pemberantasan aktivitas keuangan ilegal dan judi online melalui Satgas PASTI.
“Literasi keuangan digital yang baik akan menjadikan kita lebih kritis saat menerima tawaran investasi dengan imbal hasil tidak wajar, lebih berhati-hati sebelum mengklik tautan mencurigakan, dan tidak mudah tergiur janji cepat kaya yang sering kali merupakan modus judi online,” jelasnya, Kamis (18/12/2025).
Teras Narang menyambut baik upaya tersebut dan menyatakan dukungannya terhadap OJK Kalimantan Tengah. Menurutnya, penguatan peran OJK merupakan langkah strategis dalam melindungi masyarakat dari praktik keuangan ilegal.
Ia menilai rendahnya literasi keuangan masih menjadi celah yang sering dimanfaatkan oleh pelaku pinjaman online ilegal dan kejahatan keuangan lainnya.
“Saya sungguh berharap OJK Kalteng dapat menjadi bagian penting dalam peningkatan mutu sumber daya manusia Kalimantan Tengah, melalui program-program yang mendorong kesadaran dan literasi keuangan masyarakat,” tandas Teras. (Red/Adv)









