AKADEMIKAHEADLINEPEMKOT PALANGKA RAYAPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

SIPERUT-HARATI, Inovasi Digital untuk Petani yang Lebih Mandiri

191
×

SIPERUT-HARATI, Inovasi Digital untuk Petani yang Lebih Mandiri

Sebarkan artikel ini

PALANGKARAYA – Petani di Kalimantan Tengah kini punya harapan baru melalui kehadiran aplikasi SIPERUT-HARATI, hasil riset kolaboratif antara Universitas Palangka Raya (UPR) dan Universitas Negeri Makassar (UNM).

Aplikasi ini dibuat untuk membantu petani mengelola usaha tani dengan berbasis data, sekaligus memperkuat peran penyuluh pertanian melalui sistem digital yang interaktif dan mudah diakses.

“Melalui SIPERUT-HARATI, kami ingin menghadirkan solusi digital yang benar-benar digunakan dan dibutuhkan petani di lapangan,” kata Ariesta Lestari, S.Kom., M.Cs., Ph.D., peneliti dari UPR, Selasa (14/10/2025).

Baca Juga  Legislator Kalteng Tekankan Standar Bersama bagi Damang dalam Penanganan Perkara Adat

Ariesta menjelaskan, aplikasi ini tidak hanya memuat artikel dan video edukatif, tetapi juga memiliki fitur harga pasar komoditas, kalkulator pupuk, serta kalkulator biaya produksi yang sangat membantu perencanaan usaha tani.

Menurutnya, riset dilakukan dengan melibatkan petani secara langsung agar pengembangan aplikasi sesuai kebutuhan riil di lapangan.

“Uji coba ini bukan sekadar formalitas, melainkan upaya memahami kebiasaan dan tantangan petani di era digital,” ujarnya.

Baca Juga  Panen Raya Demplot Tahai Jaya, Kalteng Tegaskan Komitmen Jaga Lahan dan Tingkatkan Produksi Padi

Tiga lokasi menjadi tempat uji coba utama, yakni BPP Tangkiling, BPP Kalampangan, dan Hotel M Bahalap Palangka Raya, dengan melibatkan penyuluh dan kelompok tani.

Kegiatan tersebut menghasilkan berbagai masukan penting untuk penyempurnaan desain antarmuka dan fungsi aplikasi agar lebih ramah pengguna.

Dr. Misita Anwar dari UNM mengapresiasi kerja sama lintas bidang yang terjalin dalam proyek ini.

Baca Juga  Legislator Kalteng Tekankan Standar Bersama bagi Damang dalam Penanganan Perkara Adat

“Kami berupaya memastikan aplikasi ini bukan hanya inovatif secara teknologi, tetapi juga bermanfaat secara sosial dan ekonomi bagi petani,” ujarnya.

Riset ini menjadi bagian dari proyek LPDP bertajuk Transformasi Digital dalam Pertanian yang fokus pada peningkatan kesejahteraan petani di Kalimantan Tengah.

“Dengan kolaborasi dan semangat inovasi, kami ingin pertanian digital menjadi gerakan bersama,” tandas Ariesta. (Red/Adv)