AKADEMIKAEKONOMI & BISNISHEADLINE

1.000 Mahasiswa UIN Palangka Raya Ikuti GENCARKAN OJK Kalteng

230
×

1.000 Mahasiswa UIN Palangka Raya Ikuti GENCARKAN OJK Kalteng

Sebarkan artikel ini

PALANGKARAYA – Sebanyak 1.000 mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Palangka Raya mengikuti Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah di Aula Utama kampus tersebut, Rabu, 13 Agustus 2025. Program ini bertujuan memperkuat literasi dan inklusi keuangan di kalangan generasi muda.

GENCARKAN menjadi bagian dari komitmen OJK untuk mendorong masyarakat agar lebih cerdas dalam mengelola keuangan, memahami produk jasa keuangan, sekaligus lebih waspada terhadap pinjaman online ilegal, investasi bodong, dan praktik judi online.

Baca Juga  Raih UHC Award 2026, Pemprov Kalteng Dinilai Konsisten Tingkatkan Layanan Kesehatan

Asisten Direktur Senior OJK Kalteng, Andrianto Suhada, menjelaskan mahasiswa termasuk kelompok yang rawan terjebak dalam aktivitas keuangan ilegal karena minim pengalaman dan informasi.

“Kami mengajak mahasiswa agar selalu berpegang pada prinsip 2L: legal dan logis. Pastikan entitas memiliki izin resmi dari OJK, dan pahami apakah imbal hasil yang ditawarkan logis atau justru jebakan,” kata Andrianto, Rabu (13/8/2025).

Baca Juga  Reses DPRD Kalteng Ungkap Lahan Warga di Kapuas Barat Tenggelam Lumpur, CSR Kontraktor Dinilai Tak Berjalan

Ia menambahkan, kegiatan ini menjadi sarana kolaborasi antara OJK dengan UIN Palangka Raya untuk membentuk mahasiswa yang bijak dan cerdas dalam menghadapi perkembangan layanan keuangan digital.

Program ini diisi dengan simulasi edukasi interaktif agar mahasiswa lebih mudah memahami cara pengelolaan keuangan serta mengenali praktik penipuan keuangan sejak dini.

Materi yang disampaikan meliputi peran OJK, strategi mengatur keuangan pribadi, serta tips menghindari pinjaman online ilegal dan investasi berisiko.

Baca Juga  Kalteng Targetkan Ekspor Perikanan Tanpa Transit, Dislutkan Gandeng Badan Karantina

Selain paparan materi, forum ini juga menghadirkan sesi diskusi dua arah yang membuka ruang tanya jawab secara terbuka antara narasumber dan mahasiswa.

OJK berharap mahasiswa menjadi agen literasi keuangan yang mampu menyebarkan pemahaman kepada lingkungan sekitarnya.

“Cerdaslah dalam mengelola keuangan agar terhindar dari jebakan keuangan ilegal,” tandas Andrianto. (Red/OJK)