HEADLINEPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Petani Swadaya Pasir Putih Terapkan Pertanian Sawit Berkelanjutan

374
×

Petani Swadaya Pasir Putih Terapkan Pertanian Sawit Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini

KOTAWARINGIN TIMUR – Sebuah langkah maju ditunjukkan para petani swadaya di Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. Sebanyak 45 dari 80 petani kelapa sawit telah menuntaskan pelatihan intensif dalam Program Sekolah Lapangan Kelapa Sawit (SLKS), hasil kolaborasi antara Widya Erti Indonesia (WEI) dan PT Agro Bukit Central Kalimantan (ABCK).

Melalui metode belajar langsung di lapangan, peserta diperkenalkan pada praktik pertanian yang mengedepankan prinsip Good Agricultural Practices (GAP), konsep NDPE (No Deforestation, No Peat, No Exploitation), serta teknik pemupukan yang lebih ramah lingkungan.

Baca Juga  Kasus Tanah 23 Tahun Lalu Berujung Penyidikan, Alfried Bahen Minta Penanganan Objektif

Pelatihan ini mencatat peningkatan pengetahuan yang cukup signifikan. Berdasarkan hasil evaluasi, capaian normalized gain peserta mencapai rata-rata 84,73%, mencerminkan keberhasilan pendekatan pembelajaran yang diterapkan selama tiga bulan.

Petani yang sebelumnya belum pernah menerima pelatihan formal mengaku mendapatkan wawasan baru. Beberapa bahkan telah mulai menerapkan inovasi seperti penggunaan pupuk organik cair dan metode pengendalian hama alami.

Dua kelompok belajar aktif, yaitu Margo Mulyo dan Maju Jaya Bersama, terbentuk sebagai hasil dari pelatihan. Keduanya menunjukkan semangat kolektif untuk tumbuh dan bertransformasi menjadi kelembagaan tani yang mandiri dan adaptif.

Baca Juga  Disdik Sampaikan Program Pendidikan Prioritas Kalteng Saat Bukber

Kendati demikian, tantangan tetap ada. Sebagian peserta mengalami kesulitan hadir secara konsisten karena keterbatasan waktu di tengah padatnya pekerjaan kebun, terlebih saat masa panen.

Sebagai bagian penutup kegiatan, beberapa waktu lalu diselenggarakan refleksi akhir dan penyerahan sertifikat. Dalam diskusi, para petani berbagi cerita tentang tantangan harga tandan buah segar (TBS) dan kebutuhan untuk bersiap menghadapi tuntutan sertifikasi keberlanjutan.

Ahmad Wildan, General Manager PT ABCK, menegaskan pentingnya peran petani swadaya dalam rantai pasok industri sawit.

Baca Juga  DPRD Kalteng Minta Pemerintah Pusat Audit Komprehensif Operasional PT ABB

“Petani swadaya adalah mitra strategis. Ketika mereka mendapatkan akses pelatihan dan pendampingan yang tepat, mereka bukan hanya mengikuti arus, tetapi juga bisa memimpin perubahan,” katanya, beberapa waktu lalu.

Rekomendasi penguatan ke depan pun dirumuskan, termasuk dorongan pembentukan kelembagaan petani, penerapan pertanian regeneratif, serta insentif berbasis prinsip NDPE.

“Jika konsisten diterapkan, model ini bisa menjadi referensi nasional bagi transformasi sawit rakyat yang lebih berkelanjutan,” tandas Wildan. (Red/Adv)